Pengikut
Selasa, 19 Mei 2009
hologram malam
indah,terekam oleh terjaganya mata
entah kenapa ....aku sangat menikmatinya
dalam rasa,dalam mimpi,dalam lamunan,aku terus mengulangnya
Sabtu, 25 April 2009
dewan peminjam
yang terhormat, anggota dewan
tak lelahkah membawa-bawa indonesia
mengapa semua kalian bawa
dari sampah sampai emas
semua telah kalian rampas dalam kedok perwakilan
teganya kalian
ingatlah indonesia hanya sementara kalian pinjam.
Sabtu, 18 April 2009
menawar masa
belalang kecil berkaki satu, seolah bertanya padaku
tak sengajakah, jika kemarin terlewat?
mungkin itu yang ditanyakan
dan...
maaf, jika ternyata salah
Sabtu, 28 Maret 2009
kiamat dini
subuh hari ini baru saja tertanggal
matahari hari ini makin tajam memandang
gairah tak terbendung menggunung
sesak dan panas mengendus ubun-ubun
mungkin ini, mungkin tidak
yang terlena dan telupa
terpeluk bara nganga dunia
hari ini , terulang hari esok
begitu seterusnya
panas yang mengganas, memanaskan rasa yang terkoyak
Jumat, 27 Maret 2009
waktu itu dan kini
tak berbayang, halus mengelus arus
bersama, terbangun dari mimpi angin seberang
waktu itu...
kau selalu menawarkan berita-berita pagi
tentang hujan yang semalam turun
kini ku menanyakanmu..
Rabu, 25 Maret 2009
purnama yang terlempar
berulang salam terucap
namun tak ada balas, walau hanya sekedar
senyum malas
tak sampaikah?
atau terbentur tebalnya bibir memar
bertanya dan bertanya
sampai kapankah kutemukan batas pertanyaan
hingga jawaban bisa dimengerti
malam seakan terhenti pada dengkuran serangga gatal
sedikit harap pada purnama yang penuh serigala
semoga teduh sinarnya tak mengundang siluman rasa
dogma
ma.....
lantang diteriakkan
dari mulut-mulut manis
bersenjata ayat-ayat yang dipelintir
halus menyayat,
dalih punya dalih
niat sesungguhnya hanya wajah lain dari perdagangan
perdagangan bermodal cerita sorga dan neraka
sungguh kecerdikan yang tiada bandingan
karena modal inilah yang takkan pernah habis
dari republik pinggir empang
ingatlah yang terjadi malam tadi
semua mata melotot
semua tangan menjarah
semua kaki menginjak
semua mulut berteriak
semua telinga tertutup nada bohong
dari dialog politik
dari ceramah keagamaan
dari hiburan malam
dari pedagang
dari praktek dokter
dari praktek-paktek tersembunyi
semua berubah
semua telah ditukar
semua tabir tak lagi berguna
semua sudah tahu
malam tadi penuh dongeng
dongeng tentang negeri bayangan
dongeng republik tanpa bentuk
yang tertukar
lama atau sebentar yang jelas malam sebentar lagi
dan ketika gelap mulai menghimpit
tak ada lagi sapaan lagi
tante,om,ibu,bapak,nenek,kakek
adik-adik manispun tak lebih hanya ingatan yang terlupa
sore ini, beda
tak seperti dulu lagi
tak ada lagi jernih sungai cermin alam
apa yang sebenarnya terjadi
ternyata , sungguh mata ini terlalu rabun saat melihat
Selasa, 24 Maret 2009
diam atau memang mati
antara hitam dan putih
nyaris tak ada yang menyelip
kalaupun ada
tak jauh dari perpaduannya
buram.....
itulah kenyataan
setelah sepanjang siang sependek malam
meraung meniru harimau
namun tak juga menakutkan
karena hanya desisan cacing yang terpanggang
kini tak jelas lagi mulut atau hidung
mungkin terlalu sering meronta
hingga bibir menebal kekal, membeku
tak ada lagi sumpah serapah
tak ada lagi teriakan
bukan karena telah usai
namun mati muda